Model Deep Learning Dalam Sepak Bola Pada Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Keywords:
Model Deep Learning, Sepak Bola , Pendidikan Kepelatihan Olahraga, MahasiswaSynopsis
Model Deep Learning dalam Sepak Bola pada Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga merupakan buku yang menawarkan perspektif baru dalam pembelajaran sepak bola di perguruan tinggi dengan menggeser paradigma dari pembelajaran berbasis drill menuju pembelajaran yang mendalam, kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi calon pelatih secara utuh. Buku ini berangkat dari persoalan fundamental dalam pendidikan kepelatihan: mahasiswa dapat menguasai teknik secara mekanis, tetapi belum tentu mampu memahami mengapa, kapan, dan bagaimana suatu keterampilan digunakan ketika menghadapi situasi permainan yang dinamis.
Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, buku ini memperkenalkan Model Deep Learning 5E, yang mengintegrasikan lima fase pembelajaran: Engage, Explore, Explain, Elaborate, dan Evaluate. Model ini tidak menempatkan mahasiswa sebagai penerima instruksi, tetapi sebagai pembelajar aktif yang membangun pengetahuan, memecahkan masalah taktis, mengeksplorasi situasi permainan, melakukan refleksi, dan mengembangkan kemampuan untuk mentransfer pembelajaran ke konteks yang baru. Sintaks 5E dirancang sebagai kerangka pedagogis yang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa, lingkungan belajar, serta kebutuhan pembelajaran sepak bola.
Buku ini juga menghadirkan landasan teoretis yang kuat dengan menghubungkan konsep deep learning, motor learning, konstruktivisme, experiential learning, ecological dynamics, nonlinear pedagogy, Self-Determination Theory, dan embodied cognition. Pembahasan historis mengenai perkembangan pedagogi sepak bola, termasuk drill-based learning, Teaching Games for Understanding (TGfU), Game Sense, Tactical Periodization, dan pendekatan pedagogis lainnya, memberikan dasar untuk memahami posisi Model Deep Learning 5E dalam perkembangan ilmu pedagogi olahraga.
Keunggulan buku ini terletak pada upayanya menghubungkan teori, desain pembelajaran, praktik lapangan, dan bukti empiris. Pembaca tidak hanya diperkenalkan pada konsep model, tetapi juga memperoleh sintaks implementasi, skenario pembelajaran passing, dribbling, shooting, dan controlling, sistem asesmen autentik, refleksi metakognitif, portofolio, serta berbagai perangkat yang dapat diadaptasi dalam pembelajaran. Model ini diarahkan untuk mengembangkan lima dimensi kompetensi mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga, sehingga keberhasilan pembelajaran tidak hanya dilihat dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kemampuan berpikir, pedagogis, kepemimpinan, regulasi diri, dan refleksi. Asesmen ditempatkan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran, bukan sekadar alat untuk memberikan nilai. Lebih jauh, buku ini menyajikan bukti empiris efektivitas Model Deep Learning 5E melalui validasi ahli, uji kepraktisan, dan uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada berbagai ranah hasil belajar, termasuk N-Gain psikomotor sebesar 0,56 dan afektif sebesar 0,48, yang menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap perkembangan mahasiswa calon pelatih.
Pada akhirnya, buku ini bukan sekadar menawarkan sebuah model pembelajaran sepak bola, tetapi mengajak dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi kepelatihan untuk memikirkan kembali bagaimana calon pelatih seharusnya belajar dan berkembang. Tujuannya adalah melahirkan pelatih yang tidak hanya mampu melakukan atau mengajarkan teknik, tetapi mampu berpikir, mengambil keputusan, beradaptasi, memimpin, merefleksikan praktik, dan terus belajar sepanjang kariernya.
Buku ini ditujukan bagi dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga, mahasiswa PKO, pelatih sepak bola, peneliti sport pedagogy, pengembang kurikulum, serta praktisi pendidikan olahraga yang ingin mengembangkan pembelajaran sepak bola yang lebih bermakna, adaptif, berbasis bukti, dan relevan dengan tuntutan kepelatihan modern.
“Transformasi pendidikan kepelatihan sepak bola tidak akan terjadi dalam satu buku. Tetapi mungkin saja ia dimulai dari satu buku—dari satu ruang kelas yang berani mengajukan pertanyaan secara berbeda.”
Downloads
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.